Sudut pandang adalah
cara pengarang menempatkan dirinya terhadap cerita atau dari sudut mana
pengarang memandang ceritanya. Berikut ini beberapa sudut pandang yang dapat
digunakan pengarang dalam bercerita.
a. Sudut pandang
orang pertama, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti aku atau saya.
Dalam hal ini pengarang seakan-akan terlibat dalam cerita dan bertindak sebagai
tokoh cerita.
b. Sudut pandang
orang ketiga, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga
seperti dia, ia atau nama orang yang dijadikan sebagai titik berat cerita.
c. Sudut pandang
pengamat serba tahu, Dalam hal ini pengarang bertindak seolah-olah mengetahui
segala peristiwa yang dialami tokoh dan tingkah laku tokoh.
d. Sudut pandang
campuran, (sudut pandang orang pertama dan pengamat serba tahu). Pengarang
mula-mula menggunakan sudut pandang orang pertama. Selanjutnya serba tahu dan
bagian akhir kembali ke orang pertama.
Rima adalah
pengulangan bunyi yang berselang, baik dalam larik sajak maupun pada akhir
larik sajak. Rima merupakan salah satu unsur penting dalam puisi. Melalui rima
inilah, keindahan suatu puisi tercipta. Rima tidak selalu berada di akhir baris
dalam satu bait. Rima juga dapat ditemukan dalam satu baris.
Jenis/macam rima
A. Rima akhir, yaitu persamaan bunyi pada akhir
baris
Macam rima akhir
adalah
1. rima silang
[a-b-a-b],
Contoh:
Angin pulang menyejuk
bumi
Menepuk teluk
menghempas emas
ari ke gunung
memuncak sunyi
erayun-ayun di atas
alas
(Amir Hamzah)
2. rima terus
[a-a-a-a],
Contoh:
Di lereng gunung
lembah menghijau
Air terjun
menghimbau-himbau
Meraih beta pelipur
risau
Turut hasrat hendak
menjangkau
(Dali S. Sinaga)
3. rima pasang
[a-a-b-b],
Contoh:
Indonesia tanah airku
tanah tumpah darahku
di sanalah aku
digusur
dari tanah leluhur ……
(Husni Djamaludin)
4. rima patah
[a-a-a-b/a-b-a-a/a-a-b-a],
Contoh:
Selalu kau teringat
padaku?
Seperti aku tak
pernah lupa padamu?
Tak sepatah keluar
dari mulutmu
Tapi setitik air mata
tercurah
(Sitor Situmorang)
5. rima peluk
[a-b-b-a]
Contoh:
Di lengkung cahaya
berhias bintang
Cahaya bulan di ombak
menitik
Embun berdikit turun
merintik
Engkau menantikan
ikan datang …….
(J.E. Tatengkeng)
B. Rima datar yaitu persamaan bunyi pada
tiap-tiap larik sajak.
Macam rima datar
adalah
1. rima asonansi
[pengulangan bunyi vokal]
Contoh:
burung perkutut di
ladang berumput
neba berkawan
menelani kerikil
kami segan memasang
pulut
memikat burung begitu
mungil
(Piek Ardijanto Soeprijadi)
2. rima aliterasi
[pengulangan bunyi konsonan]
Contoh:
Kaulah kandil
kemerlap
Pelita jendela di
malam gelap
Melambai pulang
perlahan
Sabar, setia selalu
……