Cari Blog Ini

Minggu, 14 April 2013

Sudut Pandang dan Rima



Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan dirinya terhadap cerita atau dari sudut mana pengarang memandang ceritanya. Berikut ini beberapa sudut pandang yang dapat digunakan pengarang dalam bercerita.
a. Sudut pandang orang pertama, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti aku atau saya. Dalam hal ini pengarang seakan-akan terlibat dalam cerita dan bertindak sebagai tokoh cerita.
b. Sudut pandang orang ketiga, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga seperti dia, ia atau nama orang yang dijadikan sebagai titik berat cerita.
c. Sudut pandang pengamat serba tahu, Dalam hal ini pengarang bertindak seolah-olah mengetahui segala peristiwa yang dialami tokoh dan tingkah laku tokoh.
d. Sudut pandang campuran, (sudut pandang orang pertama dan pengamat serba tahu). Pengarang mula-mula menggunakan sudut pandang orang pertama. Selanjutnya serba tahu dan bagian akhir kembali ke orang pertama.


Rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak. Rima merupakan salah satu unsur penting dalam puisi. Melalui rima inilah, keindahan suatu puisi tercipta. Rima tidak selalu berada di akhir baris dalam satu bait. Rima juga dapat ditemukan dalam satu baris.

Jenis/macam rima

A.   Rima akhir, yaitu persamaan bunyi pada akhir baris

Macam rima akhir adalah

1. rima silang [a-b-a-b],

Contoh:

Angin pulang menyejuk bumi

Menepuk teluk menghempas emas

ari ke gunung memuncak sunyi

erayun-ayun di atas alas

(Amir Hamzah)

2. rima terus [a-a-a-a],

Contoh:

Di lereng gunung lembah menghijau

Air terjun menghimbau-himbau

Meraih beta pelipur risau

Turut hasrat hendak menjangkau

(Dali S. Sinaga)

3. rima pasang [a-a-b-b],

Contoh:

Indonesia tanah airku

tanah tumpah darahku

di sanalah aku digusur

dari tanah leluhur ……

(Husni Djamaludin)

4. rima patah [a-a-a-b/a-b-a-a/a-a-b-a],

Contoh:

Selalu kau teringat padaku?

Seperti aku tak pernah lupa padamu?

Tak sepatah keluar dari mulutmu

Tapi setitik air mata tercurah

(Sitor Situmorang)

5. rima peluk [a-b-b-a]

Contoh:

Di lengkung cahaya berhias bintang

Cahaya bulan di ombak menitik

Embun berdikit turun merintik

Engkau menantikan ikan datang …….

(J.E. Tatengkeng)

B.   Rima datar yaitu persamaan bunyi pada tiap-tiap larik sajak.

Macam rima datar adalah

1. rima asonansi [pengulangan bunyi vokal]

Contoh:

burung perkutut di ladang berumput

neba berkawan menelani kerikil

kami segan memasang pulut

memikat burung begitu mungil

(Piek  Ardijanto Soeprijadi)

2. rima aliterasi [pengulangan bunyi konsonan]

Contoh:

Kaulah kandil kemerlap

Pelita jendela di malam gelap

Melambai pulang perlahan

Sabar, setia selalu ……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Klik dibawah ini! Cepat! Click on this!