Anak yang sangat susah makan merupakan masalah yang sering harus diselesaikan oleh orang tua. "Makanan anak apa yang dimau oleh anak saya?" pikir orang tua. Kalau anak susah makan biasanya orang tua akan menuruti apa yang diinginkan anak, asal sang anak tadi mau makan. Anak kecil kalau ditantang minta makan apa biasanya akan menunjuk makanan-makanan yang sifatnya instan dan sering mereka dapatkan visualisasinya lewat layar kaca. Biasanya makanan-makanan seperti nugget, mie instan, jelly, kripik-kripik instan dan semacamnya.
Persoalannya
banyak dari makanan-makanan itu yang sebenarnya sangat penting diwaspadai oleh
orang tua. Seperti mie instan yang mereknya didominasi oleh
perusahaan-perusahaan besar. Selama proses pembuatannya mie-mie seperti
ini sudah melalui tahapan yang berliku sampai akhirnya dikemas dan dipasarkan
ke konsumen. Tapi beberapa waktu lalu sempat berhembus berita tentang bahaya
mie instan pada tubuh kita.
Ada berita yang mengabarkan tentang seseorang
yang sangat suka makan mie instan dan memakannya tiap hari secara
terus-menerus sehingga dia terkena kanker. Bahkan ada seseorang yang harus
dipotong ususnya karena dibagian ususnya itu terdapat endapan bahan pengawet
dari makanannya. Menurut informasi ini dia sewaktu mudanya seringkali
makan mie instan karena merasa lebih ekonomis dan ngirit. Bahkan ada seorang
anak di daerah Garut yang mengalami hal serupa. Ususnya dioperasi karena setiap
hari dia hanya makan mie instan. Bahkan kadang 2 kali makan mie setiap hari dan
tidak mau makan yang lain. Kata dokter ususnya terluka karena faktor makanan
yang setiap hari dia makan. Mie instan ternyata bisa sangat berbahaya. di
beberapa negara seperti Taiwan,
Singapura, dan Malaysia
mie instan tidak diperbolehkan dikonsumsi. Karena banyak mengandung bahan
pengawet dan sodium glutamat yang merugikan jika dikonsumsi dalam waktu yang
lama. Bahkan bisa menyebabkan penyakit-penyakit seperti hypertensi, penyakit
jantung, stroke, kerusakan ginjal dan penyakit-penyakit lainnya.
Beberapa
informasi dia atas memang masih perlu ditelusuri kebenarannya tapi tetap ada
beberapa hal penting yang bisa kita perhatikan lebih jauh. Khususnya
untuk menghindari kita dari paparan bahaya makan mie instan. Apa saja
itu? Simak tips-tips dibawah :
1.
U1.
Usahakan makan mie jangan terlalu sering. Menurut informasi disebutkan tubuh
manusia perlu waktu untuk mengeluarkan zat-zat pengawet lewat proses sekresi.
Setidaknya tubuh manusia perlu waktu kira-kira 3 hari untuk proses sekresi
zat-zat pengawet yang ada dalam mie. Jadi janak jangan makan mie terlalu sering
apalagi tiap hari! supaya endapan bahan-bahan kimia tidak terlalu lama berada
dalam tubuh kita.
2.
M2. Mie
instan dikabarkan mengandung sejenis lilin atau bahan pengawet agar saat
dimasak mie tidak lengket satu dengan yang lain. Sekali lagi hal ini memang
masih perlu dibuktikan lebih jauh kebenarannya. Karena Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM) sudah membantah hal ini. Produsen mie instan juga sudah
membantahnya. Akan tetapi bagaimanapun tidak bisa dipungkiri kalau dalam mie
instan pasti ada bahan pengawetnya. Walaupun sudah melewati pengawasan dari
BPOM.Kalau sering dimakan setiap hari, efeknya mungkin tidak langsung terlihat,
tapi sangat mungkin akan terasa ketika sudah berjalan beberapa tahun ke depan.
Maka untuk menghindari bahaya dari mie instan, disarankan agar ketika memasak mie
memakai pola 2 kali masak. Maksudnya begini: ketika memasak air pertama hasil
rebusan yang warnanya kuning itu bisa dibuang dulu. Baru diberi lagi air panas
dan siap disantap. Karena apa? Karena air rebusan yang pertama itu membawa
larutan zat-zat pengawet yang ada dalam mie.
3. 3. Kalau
mau lebih aman sebenarnya tidak perlu memakai bumbu bawaan dari mie. Karena
justru zat pengawet dan zat kimia di dalam bumbu itu lebih banyak dari yang
terkandung di dalam mie. Paling aman menggunakan rempah-rempah atau bumbu dapur
bikinan sendiri. Kalau mau pakai ya sedikit saja. Itu lebih baik daripada anak
ketagihan makan mie instan.
4.
4.Jangan terlalu sering makan mie apapun jenis mienya. Mie ayam, mie
bakso, dan sebagainya karena mie yang beredar dipasaran dan diproduksi di
industri rumahan malah kadang jauh lebih berbahaya. Karena mereka kadang tidak
diawasi atau belum memperoleh sertifikat aman dari BPOM.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar