Cari Blog Ini

Minggu, 14 April 2013

Bahan yg berbahaya di dalam makanan

Pewarna                                                                           
Pewarna merupakan bahan tambahan pangan pangan yang berfungsi untuk memberi warna pada bahan pangan. Beberapa pewarna alami yang diijinkan dalam pangan, menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 772/Menkes/RI/Per/IX/88 diantaranya adalah :                              
1. Karamel, yaitu pewarna alami berwarna coklat yang dapat digunakan untuk mewarnai jem/jeli (200          mg/kg), acar ketimun dalam botol (300 mg/kg) dan yogurt beraroma (150 mg/kg)                               
2. Beta-karoten, yaitu pewarna alami berwarna merah orange yang dapat digunakan untuk mewarnai es krim (100 mg/kg), keju (600 mg/kg)                                                                                                                                             
3. Kurkumin, yaitu pewarna alami yang berwarna kuning-orange yang dapat digunakan untuk mewarnai es krim dan sejenisnya (50 mg/kg)                                                                                                                               

Ada beberapa pewarna terlarang yang tidak boleh digunakan untuk bahan pangan adalah :                  
 1. Metanil Yellow (kuning metanil)                                                                                                                                 
2. Rhodamin B (berwarna merah)                                                                                                      
Kedua pewarna ini dilarang digunakan dalam bahan pangan walaupun jumlahnya sedikit, karena dapat menyebabkan kanker.
Pemanis buatan                                                                  
Zat pemanis buatan adalah zat yang dapat menimbulkan rasa manis atau dapat membantu mempertajam penerimaan terhadap rasa manis tersebut, sedang kalori yang dihasilkan jauh lebih rendah daripada gula. Pemanis buatan yang sering digunakan dalam bahan pangan adalah siklamat dan sakarin yang mempunyai tingkat kemanisan masing-masing 30-80 dan 300 kali gula alami. Menurut menteri Kesehatan No 722/Menkes/RI/Per/IX/88, sebenarnya siklamat hanya boleh digunakan dalam pangan khusus untuk penderita diabetes yang sedang menjalani diet kalori. Batas maksimum penggunaan siklamat adalah 300 mg – 3 gram/kg bahan, sedangkan batas maksimum penggunaan sakarin adalah 50-300 mg/kg bahan. Keduanya hanya boleh digunakan untuk pangan rendah kalori, dan dibatasi tingkat konsumsinya sebesar 0.5 mg/kg berat badan perhari.
Pengawet                                                                          
Pengawet biasanya digunakan untuk mengawetkan pangan yang mempunyai sifat mudah rusak. Bahan ini dapat menghambat proses fermentasi, pengasaman atau peruraian dari mikroba.
No
Nama Pengawet
Penggunaan dalam Pangan
Ukuran Maksimum yang diijinkan
1
Benzoat (dalam bentuk asam, atau garam kalium atau natrium benzoat)
Untuk mengawetkan minuman ringan dan kecap
600 gr/kg
Sari buah, saus tomat, saus sambal, manisan, jem dan jelly
1 gr/kg
2
Propionat (dalam bentuk asam, atau garam kalium atau natrium propionat)
Keju olahan
3 gr/kg
3
Nitrit dan Nitrat
Untuk mengawetkan daging olahan atau yang diawetkan seperti sosis
125 mg nirit/kg atau 500 mg nitrat/kg
4
Sorbat
Untuk mengawetkan margarin
1 gr/kg
5
Sulfit
Pekatan sari nenas
500 kg/kg
Menurut menteri Kesehatan No 722/Menkes/RI/Per/IX/88 pengawet yang dilarang adalah Formalin dan Boraks. Formalin sebenarnya merupakan pengawet yang digunakan untuk mengawetkan mayat dan organ tubuh yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Penyedap Rasa                                                                           
 Salah satu penyedap rasa yang sangat terkenal luas di Indonesia adalah vetsin atau bumbu masak, yang terdapat dengan berbagai merk dipasaran. Penyedap rasa tersebut mengandung senyawa yang disebut Monosodium Glutamat (MSG). Dalam peraturan menteri Kesehatan No 722/Menkes/RI/Per/IX/88 penggunaan MSG dibatasi secukupnya, artinya tidak boleh berlebih.
Pengemulsi, Pemantap dan Pengental                                          
Fungsi dari pengemulsi, pemantap dan pengental adalah untuk memantapkan emulsi dari lemak dan air sehingga produk tetap stabil, tidak meleleh, tidak terpisah antara bagian lemak dan air, serta memiliki tekstur yang kompak.
No
Nama Pengemulsi, Pemantap, dan Pengental
Penggunaan Dalam Pangan
Ukuran Maksimum yang diijinkan
1
Agar
Sardine dan sejenisnya
2 gram/kg
Es krim, es puter dan sejenisnya
10 gram/kg
Keju
8 gram/kg
Yogurt
5 gram/kg
2
Dekstrin
Es Krim
30gr/kg
Keju
10gr/kg
Kaldu
secukupnya
3
Gelatin
Keju
10 gr/kg
Yogurt
5 gr/kg
4
Gom
Es Krim
10 gr/kg
Keju
8 gr/kg
Saus Selada
7.5 gr/kg
Yogurt
5 gr/kg
5
Karagen
Sardine
20 gr/kg
Es Krim
10 gr/kg
Yogurt
5 gr/kg
6
Lecitin
Minuman hasil olahan susu, roti, dan margarine
Secukupnya
7
Karboksimetil selulosa (CMC)
Sardine
20 gr/kg
Es Krim
10 gr/kg
Keju
5 gr/kg
8
Pektin
Es Krim
30 gr/kg
Yogurt dan sayuran kaleng yang mengandung mentega
10 gr/kg

Antioksidan                                                                                                Antioksidan merupakan BTP yang digunakan untuk mencegah terjadinya ketengikan pada pangan akibat terjadinya proses oksidasi lemak atau minyak yang terdapat dalam bahan pangan.
No
Nama Antioksidan
Penggunaan Dalam Pangan
Ukuran Maksimum yang diijinkan
1
Askorbat
Kaldu
1 gr/kg
Daging Olahan, Jam, Jelly
500 mg/kg
Ikan Beku
400 mg/kg
2
Butil Hidroksianisol (BHA)
Lemak dan minyak makan serta mentega
200 mg/kg
Margarin
100 mg/kg
3
Butil Hidroksitoluen
Ikan Beku
1 gr
Minyak, Mentega, Margarine
200 mg/kg
4
Propil Galat
Lemak, minyak makan, margarine, dan mentega
100  mg/kg
5
Tokoferol
Pangan Bayi
300 mg/kg
Pengatur Keasaman                                                       Pengatur keasaman yang diijinkan menurut menteri Kesehatan No 722/Menkes/RI/Per/IX/88 adalah
No
Nama Pengatur Keasaman
Penggunaan Dalam Pangan
Ukuran Maksimum Yang Diijinkan
1
Aluminium, ammonium/kalium/natrium
Soda kue
Secukupnya
2
Asam Laktat
Pangan Pelengkap Serelia
15 gr/kg
Pangan Bayi Kaleng
2 gr/kg
3
Asam Sitrat
Coklat dan coklat bubuk
5 gr/kg
4
Kalium dan Natrium Bikarbonat
Mentega
2 gr/kg
Jam/Jelly, Soda Kue, dan Pangan Bayi
Secukupnya
Anti kempal atau anti kerak
No
Nama Bahan Anti kempal
Penggunaan Dalam Pangan
Ukuran Maksimum Yang Diijinkan
1
Alumunium Siklat
Susu dan Krim Bubuk
1 gr/kg
2
Kalsium Alumunium Silikat
Serbuk Garam dengan Rempah dan Merica
20 gr/kg
Gula Bubuk
15 gr/kg
Garam Meja
10 gr/kg
3
Magnesium Karbonat
Sama seperti Kalsium Silikat

4
Magnesium Oksida dan Magnesium Silikat
Sama seperti Alumunium Silikat

Pemutih, pemucat atau pematang tepung                                                 Pemutih, pemucat atau pematang tepung yang diijinkan menurut menteri Kesehatan No 722/Menkes/RI/Per/IX/88 adalah sebagai berikut :
No
Nama
Penggunaan Dalam Pangan
Ukuran Maksimum Yang Diijinkan
1
Asam Askorbat
Tepung
200 mg/kg
2
Natrium Steroi-2-laktat
Adonan kue
5 mg/kg
Roti dan sejenisnya
3.75 gr/kg tepung
Wafer dan tepung campuran
3 gr/kg bahan kering
Pengeras
No
Nama Bahan Pengeras
Penggunaan Dalam Pangan
Ukuran Maksimum Yang Diijinkan
1
Kalsium Glukonat
Untuk mengeraskan buah-buahan dan sayuran dalam kaleng
800 mg/kg
Jam dan Jelly
250 mg/kg
2
Kalsium Klorida
Sama dengan Kalsium Glukonat

3
Kalsium Sulfat
Apel dan Sayuran kaleng
260 mg/kg
Sekuestran                                                                                                 Sekuestran adalah bahan yang dapat mengikat ion logam pada pangan sehingga memantapkan warna dan tekstur pangan atau mencegah perubahan warna pangan.
No
Nama Bahan Sekuestran
Penggunaan Dalam Pangan
Ukuran Maksimum Yang Diijinkan
1
Asam Fosfat
Produk Kepiting Kalengan
5 gr/kg
Lemak dan Minyak Makan
100 mg/kg
2
Isopropil Sitrat
Lemak dan Minyak Makan, serta Margarine
100 mg/kg
3
Etilen Diamin Tetra (EDTA)
Udang Kaleng
150 mg/kg
Jamur Kaleng
200 mg/kg
4
Monokalium Fosfat
Kentang Goreng Beku
100 mg/kg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Klik dibawah ini! Cepat! Click on this!